ASKEP DERMATITIS ATOPIK PDF

Dermatitis dishidrosis disebut juga pompholyx, yang diambil dari istilah Yunani cheiropompholyx yang artinya tangan dan gelembung. Etiologi dermatitis dishidrosis belum diketahui dan diduga bersifat multifaktorial melibatkan faktor eksogen dan endogen. Etiopatogenesis Mekanisme mengenai terjadinya dermatitis dishidrosis sendiri masih belum jelas. Hipotesis paling awal mengemukakan bahwa lesi-lesi vesikel yang timbul pada dermatitis dishidrosis disebabkan oleh ekskresi keringat yang berlebihan excessive sweating.

Author:Grorg Zumi
Country:Myanmar
Language:English (Spanish)
Genre:Personal Growth
Published (Last):4 February 2017
Pages:202
PDF File Size:12.69 Mb
ePub File Size:12.16 Mb
ISBN:233-6-97305-373-6
Downloads:40740
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Shakalrajas



Thank you for interesting in our services. We are a non-profit group that run this website to share documents. We need your help to maintenance this website. Please help us to share our service with your friends. Share Embed Donate. Dermatitis terbagi atas: 1. Dermatitis kontak iritan adalah efek sitotosik lokal langsung dari bahan iritan pada sel-sel epidermis, dengan respon peradangan pada dermis.

Daerah yang paling sering terkena adalah tangan dan pada individu atopi menderita lebih berat. Menurut Gell dan Coombs dermatitis kontak alergik adalah reaksi hipersensitifitas tipe lambat tipe IV yang diperantarai sel, akibat antigen spesifik yang menembus lapisan epidermis kulit.

Antigen bersama dengan mediator protein akan menuju ke dermis, dimana sel limfosit T menjad menjadii tersen tersensit sitisa isasi. Pada Pada pemapar pemaparan an selanj selanjutn utnya ya dari dari antige antigen n akan timbul timbul reaksi reaksi alergi alergi..

Faktor Faktor individu individu juga berpengaruh berpengaruh pada dermatitis dermatitis kontak iritan, misalnya misalnya perbedaan perbedaan ketebalan ketebalan kulit di berbagai berbagai tempat tempat menyebabkan menyebabkan perbedaan permeabilitas permeabilitas;; usia anak di bawah umur 8 tahun lebih mudah teriritasi ; ras kulit hitam lebih tahan dari pada kulit putih ; jenis kelamin insidens dermatitis kontak iritan lebih tinggi pada wanita ; penyakit kulit yang pernah atau sedang dialami ambang rangsang terhadap bahan iritan turun , misalnya dermatitis atopic.

Dermatitis Kontak Alergi Dermatiti Dermatitiss kontak alergi disebabkan karena kulit terpapar oleh bahan-bahan bahan-bahan tertentu, misaln misalnya ya alerge alergen, n, yang yang diperl diperlukan ukan untuk untuk timbu timbulny lnyaa suatu suatu reaksi reaksi alergi alergi.. Hapten Hapten merupa merupakan kan alergen yang tidak lengkap antigen , contohnya formaldehid, ion nikel dll.

Hampir seluruh hapten memiliki berat mo lekul rendah, kurang dari Da. Dermatitis yang timbul dipengaruhi dipengaruhi oleh potensi potensi sensitisa sensitisasi si alergen, alergen, derajat derajat pajanan pajanan dan luasnya luasnya penetrasi penetrasi di kulit. Dupuis dan Benezra membagi jenis-jenis hapten berdasarkan fungsinya yaitu: 1.

Asam, misalnya asam maleat. Aldehida, misalnya formaldehida. Amin, misalnya etilendiamin, para-etilendiamin.

Diazo, misalnya bismark-coklat, kongo- merah. Ester, misalnya Benzokain 6. Epoksida, misalnya epoksi resin 8. Halogenasi, misalnya DNCB, pikril klorida. Quinon, misalnya primin, hidroquinon. Komponen tak larut, misalnya terpentin. Patofisiologi 1.

Patogenesis Dermatitis Kontak Iritan Pada dermatitis kontak iritan kelainan kulit timbul akibat kerusakan sel yang disebabkan oleh bahan iritan melalui kerja kimiawi maupun fisik. Bahan iritan merusak lapisan tanduk, dalam beberapa menit atau beberapa jam bahan-bahan iritan tersebut akan berdifusi melalui membra membran n untuk untuk merusa merusak k lisosom lisosom,, mitok mitokondr ondria ia dan kompon komponen-k en-komp omponen onen inti inti sel.

Diacil gliserida akan merangsang ekspresi gen dan sintesis protein. Pada dermatitis kontak iritan terjadi kerusakan keratisonit dan keluarnya mediator- mediator. Ada dua jenis bahan iritan yaitu : iritan kuat dan iritan lemah. Iritan kuat akan menimbulkan kelainan kulit pada pajanan pertama pada hampir semua orang, sedang iritan lemah hanya pada mereka yang paling rawan atau mengalami kontak berulang-ulang. Dermatitis Kontak Alergi Pada dermatitis kontak alergi, ada dua fase terjadinya respon imun tipe IV yang menyebabkan timbulnya lesi dermatitis ini yaitu : a.

Fase Sensitisasi Fase sensitisasi disebut juga fase induksi atau fase aferen. Pada sel penyaji antigen antigen presenting cell.

Kedua reseptor antigen tersebut terdapat pada permukaan sel T. Selanjutnya sel Langerhans dirangsang untuk mengeluarkan IL-1 interleukin-1 yang akan merangsang sel T untuk mengeluarkan IL Proses ini pada manusia berlangsung selama hari, dan belum terdapat ruam pada kulit. Pada saat ini individu tersebut telah tersensitisasi yang berarti mempunyai resiko untuk mengalami dermatitis kontak alergik.

Fase elisitasi Fase elisitasi atau fase eferen terjadi apabila timbul pajanan kedua dari antigen yang sama dan sel yang telah tersensitisasi telah tersedia di dalam kompartemen dermis. IL-1 dan INF gamma akan merangsang keratinosit memproduksi ICAM-1 intercellular adhesion molecule-1 yang langsung beraksi dengan limfosit T dan lekosit, serta sekresi eikosanoid. Eikosanoid akan mengaktifkan sel mast dan makrofag untuk melepaskan histamin sehingga terjadi vasodilatasi dan permeabilitas yang meningkat.

Akibatnya timbul berbagai macam kelainan kulit seperti eritema, edema dan vesikula yang akan tampak sebagai dermatitis. Dengan beberapa mekanisme lain, seperti sel B dan sel T terhadap antigen spesifik, dan akhirnya menekan atau meredakan peradangan. Toleransi Imunologis Struktur kimia, dosis dan cara penyajian dari suatu antigen sangat menentukan potensi sensitivitasnya.

Apabila dosis tinggi dari antigen disapukan secara epikutan maka dapat timbul toleransi. Kemungkinan oleh karena sejumlah besar antigen menghindari sel Langerhans epidermal. Hal ini disebut proses hardening pengerasan. Hiposensitisasi dapat dicapai dengan pemberian awal bahan allergen berstruktur sejenis dalam dosis rendah yang kemudian ditingkatkan secara bertahap. Hal ini dapat diterapkan pada sulfonamid dan poison ivy. Akibatnya ambang rangsang untuk reaksi positif terhadap uji tempel akan meningkat.

Namun keadaan desensitisasi penuh tidak dapat dicapai. Hiposensitisasi merupakan keseimbangan antara sel efektor dan supresor.

Menurut Adam hal ini akan merangsang makrofag di limpa untuk membentuk sel T supresor dan menimbulkan toleransi imunitas spesifik. Gambaran Histopatologis Pemeriksaan ini tidak memberi gambaran khas untuk diagnostik karena gambaran histopatologiknya dapat juga terlihat pada dermatitis oleh sebab lain.

Dermatitis sub akut menyerupai bentuk akut dengan terdapatnya akantosis dan kadangkadang parakeratosis. Pemeriksaan ultrastruktur menunjukkan jam setelah paparan antigen, seperti dinitroklorbenzen DNCB topikal dan injeksi ferritin intrakutan, tampak sejumlah besar sel langerhans di epidermis. Saat itu antigen terlihat di membran sel dan di organella sel Langerhans.

Limfosit mendekatinya dan sel Langerhans menunjukkan aktivitas metabolik. Pada saat yang sama migrasinya ke kelenjar getah bening setempat meningkat. Namun demikian penelitian terakhir mengenai gambaran histologi, imunositokimia dan mikroskop elektron dari tahap seluler awal pada pasien yang diinduksi alergen dan bahan iritan belum berhasil menunjukkan perbedaan dalam pola peradangannya. Kelainan bergantung pada keparahan dermatitis. Dermatitis kontak umumnya mempunyai gambaran klinis dermatitis, yaitu terdapat efloresensi kulit yang bersifat polimorf dan berbatas tegas.

Dermatitis kontak iritan umunya mempunyai ruam kulit yang lebih bersifat monomorf dan berbatas lebih tegas dibandingkan dermatitis kontak alergik. Fase akut. Derajat kelainan kulit yang timbul bervariasi ada yang ringan ada pula yang berat.

Pada yang ringan mungkin hanya berupa eritema dan edema, sedang pada yang berat selain eritema dan edema yang lebih hebat disertai pula vesikel atau bula yang bila pecah akan terjadi erosi dan eksudasi. Lesi cenderung menyebar dan batasnya kurang jelas.

Fase Sub Akut Jika tidak diberi pengobatan dan kontak dengan alergen sudah tidak ada maka proses akut akan menjadi subakut atau kronis. Pada fase ini akan terlihat eritema, edema ringan, vesikula,kusta dan pembentukan papul-papul. Fase Kronis Dermatitis jenis ini dapat primer atau merupakan kelanjutan dari fase akut yang hilang timbul karena kontak yang berulang-ulang.

Lesi cenderung simetris, batasnya kabur, kelainan kulit berupa likenifikasi, papula, skuama, terlihat pula bekas garukan berupa erosi atau ekskoriasi, krusta serta eritema ringan. Dermatitis Kontak Iritan Sebagaimana disebutkan pada halaman sebelumnya bahwa ada dua jenis bahan iritan, maka dermatitis kontak iritan juga ada dua macam yaitu dermatitis kontak iritan akut dan dermatitis kontak iritan kronis. Dermatititis kontak iritan akut.

Penyebabnya iritan kuat, biasanya karena kecelakaan. Kulit terasa pedih atau panas, eritema, vesikel, atau bula.

Luas kelainan umumnya sebatas daerah yang terkena, berbatas tegas. Pada umumnya kelainan kulit muncul segera, tetapi ada segera, tetapi ada sejumlah bahan kimia yang menimbulkan reaksi akut lambat misalnya podofilin, antralin, asam fluorohidrogenat, sehingga dermatitis kontak iritan akut lambat. Kelainan kulit baru terlihat setelah jam atau lebih. Contohnya ialah dermatitis yang disebabkan oleh bulu serangga yang terbang pada malam hari dermatitis venenata ; penderita baru merasa pedih setelah esok harinya, pada awalnya terlihat eritema dan sorenya sudah menjadi vesikel atau bahkan nekrosis.

Dermatitis kontak iritan kronis mungkin terjadi oleh karena kerjasama berbagai faktor. Bisa jadi suatu bahan secara sendiri tidak cukup kuat menyebabkan dermatitis iritan, tetapi bila bergabung dengan faktor lain baru mampu. Sehingga waktu dan rentetan kontak merupakan faktor paling penting. Dermatitis iritan kumulatif ini merupakan dermatitis kontak iritan yang paling sering ditemukan.

Gejala klasik berupa kulit kering, eritema, skuama, lambat laun kulit tebal hiperkeratosis dan likenifikasi, batas kelainan tidak tegas.

Bila kontak terus berlangsung akhirnya kulit dapat retak seperti luka iris fisur , misalnya pada kulit tumit tukang cuci yang mengalami kontak terus menerus dengan deterjen.

Ada kalanya kelainan hanya berupa kulit kering atau skuama tanpa eritema, sehingga diabaikan oleh penderita. Setelah kelainan dirasakan mengganggu, baru mendapat perhatian. Banyak pekerjaan yang beresiko tinggi yang memungkinkan terjadinya dermatitis kontak iritan kumulatif, misalnya : mencuci, memasak, membersihkan lantai, kerja bangunan, kerja di bengkel dan berkebun. Demikian pula dermatitis kontak akibat kerja paling banyak ditemukan di tangan.

Sebagian besar memang disebabkan oleh bahan iritan. Lengan Alergen umumnya sama dengan pada tangan, misalnya oleh jam tangan nikel , sarung tangan karet, debu semen dan tanaman. Di aksila umumnya oleh bahan pengharum. Wajah Dermatitis kontak pada wajah dapat disebabkan bahan kosmetik, obat topikal, alergen yang ada di udara, nikel tangkai kaca mata. Bila di bibir atau sekitarnya mungkun disebabkan oleh lipstik, pasta gigi dan getah buah-buahan.

Dermatitis di kelopak mata dapat disebabkan oleh cat kuku, cat rambut, perona mata dan obat mata. Telinga Anting atau jepit telinga terbuat dari nikel, penyebab lainnya seperti obat topikal, tangkai kaca mata, cat rambut dan alat bantu pendengaran. Badan Dapat disebabkan oleh pakaian, zat warna, kancing logam, karet elastis, busa , plastic dan deterjen.

COMPUTER GRAPHICS BY AMARENDRA N SINHA PDF

Askep Dermatitis

Course Leader: Mr. Subeesh K Viswam subeesh. Maheswari Faculty: Pharmacy Dean: Prof. V Madhavan dean. Explain pathophysiology of atopic dermatitis Describe clinical manifestations of atopic dermatitis Explain the etiology of atopic dermatitis. The exact cause of atopic dermatitis is unknown.

AIRLIFT AUTOPILOT V2 PDF

Dermatitis Dishidrosis

Penderita baru merasa pedih esok harinya,awalnya terlihat eritema dan sore harinya sudah menjadi vesikel atau bahkan nekrosis,lesinya berbentuk linier. Kelainan kulit dapat berupa papul eritema,edema,vesikel,bula,atau dapat juga nekrosis. Contohnya ialah dermatitis yang disebabkan oleh bulu serangga,penderita baru merasa pedih esok harinya,awalnya terlihat eritema dan sore harinya sudah menjadi vesikel atau bahkan nekrosis,lesi berbentuk linier. Penatalaksanaan khusus secara topikal adalah dengan memberikan kortikosteroid topikal dan antibiotik topikal jika ada infeksi sekunder. Sedangkan secara sistemik diberikan kortikosteroid bila ada peradangan,antibiotik bila ada infeksi sekunder,dan antihistamin untuk rasa gatal. Prognosis penyakit ini adalah baik jika menghindari faktor-faktor yang dapat memperberat.

TM 5-1300 PDF

Leaflet DerMatitis

Thank you for interesting in our services. We are a non-profit group that run this website to share documents. We need your help to maintenance this website. Please help us to share our service with your friends. Share Embed Donate. Dermatitis terbagi atas: 1.

BEDSIDE PFT PDF

Dermatitis Venenata

Embed Size px x x x x Dilingkungan rumah beberapa hal dapat dilakukan yaitu : penggunaan sarung tangan karet di ganti dengan sarung tangan plastik, menggunakan mesin cuci, menggunakan sikat bergagang panjang, mengurangi penggunaan detrgen terutam yang berbahan keras. Statis dermatitis. Merupakan dermatitis sekunder akibat insufisiensi kronik vena atau hipertensi vena tungkai bawah.

Related Articles